Username
Password
security image

www.m-edukasi.web.id blog guru
Apakah Website Sekolah ini bagus ?
Bagus sekali
Bagus
Kurang Bagus
Tidak Bagus
 
652733 Total Hits Halaman
133960 Total Pengunjung
178 Hits Hari Ini
108 Pengunjung Hari Ini
3 Pengunjung Online

Komunitas Edukasi

Forum Multimedia Edukasi www.formulasi.or.id

AKAR PERADABAN ISLAM

Diposting pada: 2018-01-08, oleh : SMK MUH 1 SKH, Kategori: Informasi Sekolah

AKAR PERADABAN ISLAM

Oleh: Zaenal Arifin1

Muqoddimah

Dalam periode sejarah umat Islam dapat dibagi kedalam tiga periode besar2: klasik, pertengahan dan modern. Periode klasik (650 – 1250 M), pada periode ini dibagi kedalam dua fase. Pertama, fase ekspansi, integrasi dan puncak kemajuan (650 – 1000 M). Di zaman ini daerah Islam meluas melalui Afrika Utara sampai ke Spanyol di Barat dan melalui Persia sampai ke India di Timur. Daerah – daerah tersebut tunduk kepada kekuasaan khalifah yang pada mulanya berkedudukan di Madinah, kemudian di Damaskus dan terakhir di baghdad. Kedua, fase disintegrasi (1000 – 1250 M), di masa ini keutuhan umat Islam dalam bidang politik mulai pecah, kekuasaan khalifah menurun dan akhirnya Baghdad dapat dirampas dan hancurkan oleh Hulagu khan tahun 1258 M. Khalifah, sebagai lambang kesatuan politik umat Islam hilang.

Periode pertengahan (1250 – 1800 M) juga dibagi kedalam dua fase. Pertama fase kemunduran (1250 – 1500 M). Di zaman ini desentralisasi dan disintegrasi bertambah meningkat. Perbedaan antara Sunni dan Syi’ah dan demikian juga antara Arab dan Persia semakin kelihatan. Dunia Islam terbagi menjadi dua bagian, bagian Arab yang terdiri atas Arabia, Irak, Suriah, Palestina, Mesir dan Afrika Utara dengan Mesir sebagai pusatnya; bagian Persia yang terdiri atas Balkan, Asia kecil, Persia dan Asia Tengah dengan Iran sebagai pusatnya. Kedua, fase tiga kerajaan besar (1500 – 1800 M) pada fase ini dimulai dengan zaman kemajuan (1500 – 1700 M) dan zaman kemunduran (1700 – 1800 M). Tiga kerajaan besar yang dimaksud ialah Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Safawi di Persia dan Kerajaan Mugol di India. di masa kemajuan tiga kerajaan besar ini mempunyai kejayaan masing – masing terutama dalam bentuk literatur dan arsitek. Di zaman kemunduran (1700 – 1800 M) Kerajaan Usmani terpukul di Eropa, Kerajaan Safawi dihancurkan oleh serangan – serangan suku bangsa Afgan, sedangkan kekuasaan Kerajaan Mughol diperkecil oleh pukulan – pukulan Raja – raja India. Penetrasi Barat yang kekuatannya meningkat, ke dunia Islam yang kekuatannya menurun, kian mendalam dan kian meluas. Akhirnya Napoleon di tahun 1798 M menduduki Mesir, sebagai salah satu pusat Islam yang terpenting.

Periode Modern (1800 – dan seterusnya) merupakan zaman kebangkitan umat Islam. Jatuhnya Mesir ke tangan Barat menginsafkan dunia Islam akan kelemahannya dan menyadarkan umat Islam bahwa Barat telah timbul peradaban baru yang lebih tinggi. Raja – raja Islam mulai memikirkan bagaimana meningkatkan mutu dan kekuatan umat Islam kembali. Periode Modern inilah timbulnya ide – ide pembaharuan dalam Islam.  

Pembagian periode di atas bertujuan untuk memudahkan dalam mengkaji masa kejayaan Islam, dimasing – masing periode mempunyai fase kejayaan yang di dalamnya terdapat ciri khas kejayaannya.

 

Dasar – dasar Petunjuk Peradaban Islam

Peradaban yang lahir dari rahim umat islam merupakan petunjuk yang sudah terkandung dalam kitabullah. Al Qur’an sebagai pedoman umat islam dalam kehidupan pribadi berupa ibadah dan kehidupan umum berupa muamalah memberikan arahan yang sempurna tanpa cela, bagi siapapun yang yang menjadikan al qur’an sebagai petunjuknya tidak akan pernah menemui sesat jalan. Menurut Raghib as-Sirjani3 dasar-dasar penting petunjuk peradaban islam terdiri dari tiga pembahasan, petunjuk tersebut sebagai berikut:

  1. Al Qur’an dan Sunnah Nabawiyah

Al Qur’an dan Sunnah Nabawiyah merupakan dua dasar fundamental penegak peradaban Islam. Keduanya merupakan asas bagi peradaban Islam.

       Al Qur’an adalah kitabullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana dalam firman Allah

الٓرۚ كِتَٰبٌ أُحۡكِمَتۡ ءَايَٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتۡ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ خَبِيرٍ ١

“suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci. Yang diturunkan dari sisi Allah yang Mahabijaksana lagi Mahatahu.”

Al Qur’an kitab suci tiada duanya, merupakan ibrah bagi siapa saja yang mentadaburinya. Perintah-perintahnya merupakan petunjuk bagi siapa yang mau melihatnya. Allah telah menjelaskan di dalamnya kewajiban hukum, membedakan yang halal dan haram, mengulang-ulang nasihat dan kisah-kisah untuk dipahami, memberikan perumpamaan dan contoh-contoh, menceritakan kisah-kisah ghaib sebagai berita, di dalamnya termuat segala sesuatu, baik yang kecil maupun yang besar, mengemukakan kepada manusia sisi-sisi kebaikan dan kebahagiaan. Apa yang disyariatkan merupakan hukum ketetapan secara umum, sampai menjadi kebaikan pada tiap-tiap zaman dan tempat.

Allah menurunkan Al Qur’an untuk meluruskan arah perjalanan kehidupan manusia, memberi arah manusia kepada jalan kemuliaan dan sebaik-baik serta sebenar-benar jalan dari jalan lainnya.  Di dalamnya terkandung rahasia peradaban Islam dan keagungannya.

Al Qur’an adalah sebaik-baik apa yang dimiliki manusia dari setiap sisi-sisinya; ruh, akal, masyarakat, amaliyah, pemikiran, ekonomi, peradaban, ketentaraan dan juga pengajarannya mampu membahagiakan manusia.

Kemudian datanglah landasan kedua dari dasar-dasar asas peradaban islam, yaitu sunnah Nabawiyah. Sunnah merupakan sumber kedua dalam Islam sesudah al Qur’an. Al Qur’an merupakan sumber pedoman yang memuat dasar-dasar dan kaidah-kaidah asas islam yang meliputi; akidah, ibadah, akhlak, muamalah, dan adab-adabnya, Sedangkan sunnah sebagai bayan4  bagi al Qur’an.

Al Qur’an dan sunah Nabawiyah merupakan dasar pembentukan peradaban Islam. Keduanya mensyariatkan untuk mempelajari setiap bidang ilmu pengetahuan, akidah, politik, masyarakat, ekonomi, tarbiyah, akhlak, perempuan, interaksi negara dan sebagainya yang meliputi peradaban islam dalam setiap sisi kehidupan. Dari sanalah terpancar kebahagiaan manusia dan masyarakat manusia secara paripurna.

  1. Ukhuwah Islamiyah

Islam menegaskan dengan jelas akan kesatuan manusia di alam semesta antara seluruh umat manusia, Kesatuan dalam kebenaran, kebaikan dan kemuliaan. Sebagaimana firman Allah;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ

أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ ١٣

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa bangsa, suku dan lainnya itu bukan termasuk perbedaan yang hakiki, tapi perbedaan yang sesungguhnya adalah tentang perkara agama yaitu ketaatannya kepada Allah SWT. Sehingga Islam menjadi pemersatu umat yang tidak akan pernah runtuh kalau berpegang teguh padanya. Persatuan yang dilandasi dengan kesamaan keyakinan dan ketakwaan membawa pada kelanggengan yang tak akan pernah merugi, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, dengan kesatuan yang dimilikinya islam mampu menaklukkan berbagai macam masyarakat, kemudian islam memberikan asas yang mengandung pokok-pokok dasar universal untuk membangun masyarakat tersebut. Pada akhirnya, masing-masing masyarakat mempunyai peninggalan peradaban dan kelebihan kebudayaan dan pengetahuan yang berbeda-beda yang menjadi sumbangan kekayaan pengetahuan kepada dunia.

  1. Ukhuwah Insaniyah

Ukhuwah Insaniyah secara bahasa diartikan persaudaraan sesama manusia, tanpa melihat latar belakang agama. Sebelum peradaban islam lahir, bangsa yunani, India, Persia, dan Romawi telah melakukan gerakan untuk memberikan sumbangsihnya kepada dunia. Terutama penemuan-penemuan tentang adab, logika dan politik, sehingga tidak ada salahnya peradaban umat terdahulu menjadi khazanah yang bisa diambil manfaatnya untuk generasi berikutnya.

Peradaban Islam telah membukakan jalan kepada peradaban umat terdahulu dan mengambil faidah darinya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia muslimin mempraktikkan dasar pembuka terhadap kebudayaan-kebudayaan bangsa lain. Rasulullah SAW merupakan sosok yang telah memberikan pembuka jalan tersebut. Betapa mulianya nasihat Nabi SAW kepada Saad bin Abi Waqqosh supaya berobat kepada Harits bin Kaladah Ats-Tsaqofi, sorang tabib musyrik. Tidak ada kehinaan sedikitpun terhadap hal tersebut, karena kedokteran merupakan ilmu sains, warisan untuk seluruh manusia. Kemuliaan Rasulullah SAW tersebut kemudian diikuti oleh generasi berikutnya, terutama masa setelah Khulafaurrasyidin. Penerjemahan – penerjemahan manuskrip Yunani kedalam bahasa arab menjadi program wajib yang dilakukan oleh Daulah Umayah dan Abbasyiyah. Penerjemahan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh ilmuan-ilmuan islam. Dengan semangat Qur’ani dan adanya kekuatan Ukhuwah akhirnya mampu melahirkan peradaban baru sebagai bentuk sumbangan pemikiran dan pengetahuan untuk masyarakat dunia.

Dengan tiga dasar petunjuk tersebut diatas, Islam sebagai agama terakhir yang diturunkan oleh Allah melalui Rasul-Nya, menjadikan peradaban islam sebagai peradaban yang sempurna. Karena peradaban Islam mengintegrasikan nilai keTuhanan (Al Qur’an) dan menghargai nilai kemanusiaan.

 

 

Sumber bacaan:

As Sirjani, Raghib. 2011. Sumbangan peradaban Islam pada dunia. Jakarta: Putaka Al Kautsar

Nasution, Harun. 1992. Pembaharuan dalam Islam; sejarah pemikiran dan gerakan. Jakarta: ­­PT Bulan Bintang

 

 


1 Guru al Islam dan Kemuhammadiyahan, penikmat sejarah

2 Lihat Harun Nasution: Pembaharuan Dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan hal. 12

3 Raghib Al-Sirjani adalah seorang akademisi Islam berkebangsaan Mesir. Ia juga berprofesi sebagai ahli bedah, dan memimpin Situs Islamstory.com. Raghib juga mempelajari Al Qur'an yang diselesaikannya pada tahun 1991.

4 Penjelas


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id