Sukoharjo – SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo menggelar kegiatan Kemah Bakti Hizbul Wathan (HW) selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 8–10 Juni 2026, di Lapangan Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh murid kelas X ini mengusung tema “Melatih Kemandirian, Menumbuhkan Kepedulian” sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang mandiri, disiplin, dan peduli terhadap sesama.
Kemah Bakti Hizbul Wathan menjadi salah satu program pembinaan karakter yang rutin dilaksanakan oleh sekolah. Selain memberikan pengalaman belajar di luar kelas, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi murid untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, dan jiwa sosial.
Pembukaan dan Materi Hizbul Wathan Warnai Hari Pertama
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia. Setelah pembukaan, para murid mulai mendirikan tenda sebagai tempat tinggal selama kegiatan berlangsung. Proses pendirian tenda dilakukan secara berkelompok untuk melatih kekompakan, tanggung jawab, dan kemandirian setiap regu.
Pada malam hari, peserta mendapatkan materi tentang Hizbul Wathan dan Kemuhammadiyahan. Materi tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman murid mengenai nilai-nilai keislaman, kepanduan, serta semangat perjuangan Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Lomba Memasak dan Penjelajahan Tingkatkan Kerja Sama Tim
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang bertujuan menanamkan kedisiplinan, ketertiban, serta jiwa kepemimpinan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba memasak antarregu yang berlangsung meriah. Dalam perlombaan ini, setiap regu dituntut untuk bekerja sama dalam mengolah bahan makanan menjadi sajian yang kreatif dan lezat. Selain melatih keterampilan hidup, kegiatan tersebut juga mengajarkan pentingnya komunikasi dan pembagian tugas dalam sebuah tim.
Pada sore hari, peserta mengikuti kegiatan penjelajahan yang menjadi salah satu agenda favorit dalam perkemahan. Melalui penjelajahan, murid diajak untuk mengasah kemampuan problem solving, ketahanan fisik, serta kerja sama dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang telah disiapkan panitia.

Malam harinya, suasana perkemahan semakin semarak dengan digelarnya lomba pentas seni antarregu. Berbagai penampilan kreatif ditampilkan oleh peserta, mulai dari musik, drama, hingga pertunjukan seni lainnya yang menghibur seluruh warga perkemahan.
Bakti Sosial Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
Puncak kegiatan Kemah Bakti Hizbul Wathan dilaksanakan pada hari ketiga melalui kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari tema yang diusung, yaitu menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan murid.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya belajar tentang teori kepedulian, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Bakti sosial menjadi sarana untuk menanamkan nilai empati, gotong royong, dan semangat berbagi kepada sesama.
Didukung Berbagai Organisasi Otonom Sekolah
Kesuksesan pelaksanaan Kemah Bakti Hizbul Wathan tidak terlepas dari kerja sama berbagai organisasi otonom (ortom) yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Panitia kegiatan melibatkan unsur Hizbul Wathan (HW), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Palang Merah Remaja (PMR), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Tonsus, dan Tapak Suci.

Kolaborasi antarortom tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan sinergi dalam mendukung pembentukan karakter murid yang unggul, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Membentuk Generasi Mandiri dan Peduli
Melalui Kemah Bakti Hizbul Wathan 2026, SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan karakter yang seimbang antara aspek akademik, spiritual, dan sosial.

Dengan mengusung tema “Melatih Kemandirian, Menumbuhkan Kepedulian”, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk murid yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Kegiatan perkemahan ini menjadi pengalaman berharga yang akan membekas dan menjadi bekal penting bagi murid dalam menghadapi kehidupan di masa depan.




