Skema pengimbasan merupakan SMK PK yang telah melaksanakan pengembangan pengajaran berbasis pabrik (teaching factory) dan/atau SMK dengan pengajaran berbasis pabrik (teaching factory) yang sudah berproduksi aktif serta sudah memiliki omset yang cukup stabil. SMK Penerima Bantuan akan mengimbaskan kepada 3 SMK (non SMK PK). Adapun smk pengimbasan yang didampingi adalah, SMK Tunas Bangsa Sukoharjo, SMK Muh Pontren Imam Syuhodo, SMK Muhammadiyah 4 Wonogiri. Kegiatan ini berlangsung selama di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo selama 2 hari terhitung dari 28 September 2024 – 29 September 2024. Adapun pemateri di hari pertama dari M One Alkes KRT Eko Pujiatmoko, SE dan Auto M One, Muhammad Kholis Anadi, SE. sedangkan pemateri di hari kedua dari Astra Daihatsu yaitu bapak Mu hammad Anacoda, SE dan Bapak Asep Taufik Muharram, M. Kom (Politeknik Negeri Jakarta)/dari direktorat SMK.

  Auto M One melayani service kendaraan roda empat dengan standart mirip dengan dealer remi dan bergaransi. Bengkel ini memiliki spesialisasi pada unit kendaraan keluaran daihatsu dan Toyota dengan menekankan 4 faktor yaitu, safety, customer focus, empathy, quality.

Bengkel Auto M One melayani perawatan berkala, engine tune up, perawatan rem, overhoul dan kaki- kaki. Bengkel ini didukung dengan alat yang lengkap semisal, carlift, scan computer dan SST. Bentuk riil dalam pembelajaran TEFA adalah anak diajarkan dan terjun langsung di bengkel dengan didampingi oleh mekanik dan sesuai dengan standart budaya industri.

M One Alkes adalah TEFA Pemesinan yang mana memproduksi alat kesehatan seperti bed rumah sakit, almari, tempat infus dll. Di dalam proses produksi dilakukan oleh siswa pemesinan dan dilakukan quality kontrol oleh karyawan. Dalam proses produksi dilakukan semua rangkaian proses dari perencanaan, pembacaan gambar,pemgukuran , pemotongan, pengelasan, perakitan dan pengecatan. Hal tersebut harus dilakukan sesuai standart operasional prosedur dan harus lolos QC karena akan dipasarkan dan dipakai langsung oleh konsumen yaitu rumah sakit.

Latar belakang diterapkannya pembelajaran berbasis produksi model TeFa, suasana SMK akan berubah bukan saja lingkungannya yang harus dikondisikan seperti keadaan di dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja, namun ekosistem dan atmosfir sekolah juga harus berubah seperti keadaan di dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja. Di dalam kegiatan pembelajaran, sekolah akan disibukkan dengan kegiatan peserta didik yang melakukan kegiatan proses produksi baik membuat barang dan atau melakukan layanan jasa terhadap masyarakat yang merupakan prinsip dasar pembelajaran model TeFa. Melalui bantuan pengajaran berbasis pabrik (teaching factory) skema pengimbasan maka ekosistem teaching factory di smk dapat meluas ke smk sekitar.

Prinsip Tefa

  1. Pembelajaran Berkualitas

Pelaksanaan pembelajaran Tefa yang bekerjasama dengan dunia kerja dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (pemenuhan sarana praktik produksi,transfer teknologi,dan metode pembelajaran) sesuai dengan standar proses pada prinsip pembelajaran dan asesmen yang berlaku untuk mencapai standar pembelajaran.

  • Edukatif

Penyelenggaraan Tefa tidak dimaksudkan untuk mengeksploitasi peserta didik melainkan mengutamakan pemberian kesempatan belajar berbasis industri yang melibatkan seluruh peserta didik untuk menumbuhkan etos dan budaya kerja sesuai dengan karakter / sifat pekerjaan.

  • Akuntabel

Pelaksanaan pembelajaran Tefa merupakan proses membangun kompetensi profesional, pelaksanaan dan pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan berlaku dengan sumberdaya yang digunakan secara transparan dan berintegritas.

  • Efisien

Pelaksanaan pembelajaran Tefa menghasilkan produk/ barang/ jasa yang sesuai dan tepat serta dapat menghemat pengeluaran bahan praktik dengan memanfaatkan bahan produksi.

  • Profesional

Pelaksanaan pembelajaran Tefa dapat mengembangkan kompetensi dan menginternalisasi karakter dunia kerja (kepatuhan terhadap peraturan, standar mutu, etika, estetika, penataan tempat kerja, pengaturan kerja, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan) pada peserta didik melalui proses pembelajaran yang menyenangkan.

  1. TUJUAN PROGRAM TEACHING FACTORY (TeFa)
  2. Mengembangkan terselenggaranya proses pembelajaran TeFa yang berkualitas sesuai dengan standar dunia kerja;
  3. Membangun etos dan budaya kerja pada peserta didik SMK yang sesuai dengan standar di dunia kerja;
  4. Memfasilitasi siswa memulai usaha (start-Up) secara mandiri dan/atauberkelompoksesuaidengankompetensikeahliannya;
  5. Membekali keterampilan siswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja;
  6. Melaksanakan transfer pengetahuan dan teknologi dari mitra dunia kerja dalam rangka meningkatkan kualitas guru kejuruan sesuai dengan standar dunia usaha,dunia industri dan dunia kerja
  7. Mengembangkan SMK dalam rangka meningkatkan kualitas kemitraan dengan dunia kerja.
  8. Bagi SMK Tefa skema pengimbasan diharapkan mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang layak dan terstandar (P-IRT, BPPOM, SNI, Halal, dll).

Pengembangan /perencanaan produk meliputi 3 faktor yaitu identifikasi produk, analisis cakupan kompetensi dan analisis produk. Setelah melakukan perencanaan tersebut maka akan maju ke tahap selanjutnya yaitu penguatan dan pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari Perancangan Produk, Penyusunan perangkat pembelajaran, Penyusunan jadwal, Pengerjaan produk, Penyerahan hasil produk, Layanan Purna Jual, Penguatan Mitra Kerja. Setelah melaukukan penguatan dan pelaksaanaan pembelajaran maka harus dilakukan pemenuhan peralatan praktik dan / atau bahan baku yang meliputi analisis fasilitas dan bahan , analisis pembiayaan, perencanaan, pengadaan, komisioning dan pemanfaatan . kegiatan tersebut akan tercapai maksimal apabila dilakukan pemenuhan sarpras, peningkatan sumber daya manusia, publikasi penyelenggaraan dan keberlanjutan program dan kordinasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here