Sukoharjo, 17 April 2025 – SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Allice International College Kanazawa, Jepang, dalam rangka kerja sama program kuliah dan magang bagi siswa dan alumni. Penandatanganan ini berlangsung di ruang kerja Gubernur Prefektur Ishikawa, Hiroshi Hase, yang secara langsung menyambut delegasi dari Indonesia.

Dalam acara yang digelar pada Rabu, 17 April 2025 waktu setempat, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Drs. Bambang Sahana, M.Pd, dan pemilik Allice International College, Takezawa Atsuko, menandatangani kesepakatan kerja sama strategis ini. Kegiatan ini turut dihadiri oleh rombongan dari 23 SMK Muhammadiyah se-Indonesia yang ikut serta dalam menjalin relasi internasional demi memperluas peluang pendidikan dan karier bagi siswa SMK.

Program Kuliah dan Magang ke Jepang bagi Siswa SMK

MoU ini mencakup kerja sama dalam bidang magang industri, kursus bahasa Jepang, hingga program kuliah lanjutan di Jepang. Dengan adanya kolaborasi ini, para lulusan SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo berkesempatan mendapatkan pendidikan tinggi sekaligus pengalaman kerja di berbagai sektor industri di Jepang.

“Kami ingin memberikan jalan selebar-lebarnya bagi siswa kami untuk berkembang di dunia internasional, dan kerja sama ini merupakan langkah besar ke arah sana,” ujar Drs. Bambang Sahana.

Dukungan dari Pemerintah Jepang

Gubernur Prefektur Ishikawa, Hiroshi Hase, menyampaikan komitmennya dalam mendukung tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia, yang akan bekerja di sektor-sektor seperti perhotelan, restoran, rumah sakit, pengolahan pangan, dan manufaktur. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan bagi pelajar dan pekerja asing selama berada di Jepang.

“Kami siap mendampingi tenaga kerja muda dari Indonesia untuk berkembang bersama kami di berbagai sektor vital Jepang,” ucap Hiroshi Hase.

Langkah Nyata Internasionalisasi Pendidikan Vokasi

Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis SMK Muhammadiyah dalam mewujudkan visi globalisasi pendidikan vokasi. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk menjalin kemitraan internasional demi peningkatan mutu dan daya saing lulusan.

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here